Kamis, 09 Februari 2012

EUFORIA MENULIS DI FACEBOOK

EUFORIA MENULIS DI FACEBOOK

Waduh, ternyata salama ini aku tertidur pulas. Atau malah mungkin mati suri. Di saat karya-karya bagus bermunculan, aku hanya bisa berdecak kagum sambil sesekali berkhayal bisa melakukan hal yang sama : membuat buku best seller, suatu hari nanti. Tapi apa yang kemudian aku lakukan? Tidur lagi!
Rasanya tangan dan pikiran ini susah sekali singkron. Ya, iyalah. Sambil tidur mana bisa kita berkarya. Yang ada mimpi, dan hanya bermimpi. Ketika sebuah semangat kembali hadir, tangan dan pikiran ini kembali tidak bisa bekerja sama. Lalu apa yang salah dengan diriku? Ke mana bakat menulis yang selama ini aku miliki? Di mana sebuah cita-cita menjadi penulis terkenal aku gantungkan? Dan kenapa aku masih saja ‘tidak melakukan apapun’?

Pernah terpikir untuk mengikuti pelatihan menulis. Berbagai informasi aku kumpulkan. Aku melakukan riset dan mendapati beberapa kelas menulis yang mungkin bisa aku ikuti. Mulai dari workshop pelatihan menulis di media, sampai kursus menulis online. Rasanya aku belum menemukan yang sesuai dengan hatiku. Ditambah waktu yang harus aku curahkan untuk mengikuti pelatihan itu relatif terbatas. Lalu sebisa mungkin aku mulai belajar, membaca berbagai buku literatur, tekhnis menulis dari beberapa penulis trekenal, googling, dan sebagainya. Sampai aku menemukan satu penerbit indie dengan metode self publishing.

Sebenarnya aku pernah membaca sebuah buku (pemberian Kang Rahmat, pemilik Pustaka Rahmat) tentang bagaimana menjadi penulis sekaligus penerbit. Dan semangat saya menggeliat seketika itu. Karenanya saya mulai menulis kembali dan mencari berbagai info tentang kepenulisan tadi.  Bahkan terbersit niatan untuk membuat sebuah penerbitan sendiri seperti yang Kang Rahmat selalu dengungkan. Wuih… semangat….


Lalu aku mencoba berteman dengan salah seorang penulis yang bahkan aku belum kenal siapa dia. Sebuah langkah awal tiba-tiba terbuka lebar. Banyak penulis muda lain yang juga sedang dalam tahap belajar mulai add. Dan aku pun tertarik untuk bergabung ke dalam beberapa grup kepenulisan.

Tidak disangka ternyata di dalam sebuah jejaring sosial facebook terdapat komunitas menulis yang sangat banyak dan beragam, mulai dari kalangan ABG dan remaja yang rajin menulis cerpen bertema teenlit, sampai tulisan sastra yang bahasanya sulit dicerna. Dari beberapa grup itu aku banyak belajar dan menambah wawasan. Dan yang lebih seru tentu saja menambah banyak teman. Sebut saja teman pertamaku di dunia menulis adalah Komala Suthawijaya, mantan wartawati majalah Sundamidang ini, kerap dipanggil Bunda dan karena aktivitas menulisnya yang banyak, teman-teman fb lainnya menjulukinya ‘bunda’ dan menjadikannya tempat curhat seputar kepenulisan, terutama kalau sudah menyangkut semangat dan mood menulis. Bunda ini paling jago mendongkrak semangat penulis muda. Dan beberapa teman lain yang lebih muda, energik, penuh ide antara lain, Wirastriaji (seorang karyawan perusahaan rokok di Kudus), Wahyu Susanto (guru SD di Sampit) yang sering memenangkan lomba, Jimmy (Guru Bahasa di Kalimantan), Fyan Arjun (Penulis di berbagai media, pengurus grup Teras), dan masih banyak lagi. Dengan mereka aku biasa berbagi ilmu dan ide.
 
Euforia menulis di facebook sangat hebat dan menggenjot semangatku. Semangat ini ditularkan oleh para penulis muda berbakat di berbagai grup kepenulisan. Dan ini merupakan virus paling ampuh yang bisa melumpuhkan rasa malas, dan ide mentok dalam otakku. Karena euforia ini aku mulai bangkit meskipun perlahan. Kini malam-malamku diisi dengan kegiatan menulis yang sudah sejak lama aku geluti. bakat yang lama berkarat kini mulai diasah. Dan beberapa perlombaan pernah aku ikuti demi untuk mengetahui sejauh mana karyaku bisa bersaing di dunia kecil seputar facebook ini. Dan ternyata aku masih punya kesempatan, dan karyaku masih layak bersanding dengan beberapa karya lain yang menurutku bagus. Aku bahkan mulai berpikir dan membuka grup sendiri untuk mewadahi membludaknya minat menulis anak muda dengan nama grup ‘Inspirasi-Ku’. Dengan event kecil ‘Lomba menulis Curhat colongan’, anggota grup ini mencapai 200 hanya dalam waktu 2 minggu saja. Euforia yang menggila!

Mulailah aku belajar banyak hal bukan saja mengenai dunia menulis, tetapi juga dunia publishing, dunia penerbitan. Meskipun dengan cara autodidak, aku yakin langkahku akan mulai tegap. Pandanganku kini mengarah pada satu titik.  Dunia menulis dan dunia penerbitan, meskipun mungkin agak terlambat di usiaku yang sudah tidak muda ini, akan menjadi salah satu pelarianku disaat aku sudah suntuk dengan dunia kerja yang selama ini aku jalani.

Harapanku cuma satu : Bisa membuat sebuah buku yang menginspirasi banyak orang, dan menaungi banyak penulis muda yang haus akan ilmu dan sebuah pengakuan diri.
Semoga semua menjadi doaku di tahun ini yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. amin….

2 komentar:

  1. aku mendukuuunggg..... yupz, mari sama-sama berjuang. semangkaaaa...... eh salah, semangaaaaatttttt, hahahahaha

    BalasHapus
  2. Makasih Mbak Vie... ntar ajarin aku ya, janji loh, yg kemaren itu, haha maksa.com

    BalasHapus