Jumat, 29 November 2013

MENANTI KELAHIRAN NOVEL KETIGA

Dag Dig Dug Der...


Menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan. Betul tidak sih?
Iya pasti melelahkan kalau selama menunggu itu kita diam berpangku tangan. Eh, tapi menunggu apa dulu deng. Kalau menunggu orang bayar hutang sih, biarpun melelahkan pasti ditunggu. Asalkan jangan di-PHP aja kali. Dijanjiin mau bayar sekarang, eh ditunggu-tunggu ternyata selalu ngeles.

Penampakan Novel ketigaku

Lain halnya dengan menunggu terbitnya novel karya kita sendiri. Rasanya benar-benar deg-degan. Kita sudah menulis novel itu sekian lama, editing, dan melalui proses yang begitu panjang. Lalu kita mendapat kabar bahwa novel akan segera terbit, lengkap dengan desain cover yang menggemaskan. Wah... kabar terbaik apa lagi yang bisa menandinginya. Apalagi kabar itu dipublish langsung oleh yang empunya penerbitan. Gila... sesuatu pisan euy...

Rencananya novel ini akan launching Januari 2014 mendatang. Semoga kelahirannya bisa memberikan warna tersendiri di dunia kepenulisan. Dan tentu saja menjadi penggairah bagi kelahiran karya-karyaku selanjutnya.
2014, semoga menjadi jalan bagiku untuk tetap eksis menulis, menelurkan karya-karya gemilang yang semakin baik dan memikat. Dan tentu saja membawa manfaat bagi pembaca.

Terima kasih Pak Edi Akhiles, #KampusFiksi, @DivaPress dan semua sahabat yang selalu mendukungku.

salam
ka

Selasa, 26 November 2013

LOMBA MENULIS CERPEN : “DONGENG MASA KECIL INSPIRASIKU”



Dongeng, legenda, fabel, atau bibble yang sering menjadi pengantar tidur saat kecil dulu masih jelas terekam dalam ingatan, menyisakan kenangan hangat yang takkan terlupakan. Bahkan saking membekas, adakalanya cerita-cerita itu terasa hidup dan mempengaruhi dunia kita saat ini. Juga, menjadi sumber inspirasi dalam mengejar prestasi, karier, dan kehidupan rumah tangga.

Mungkin Sahabat merasa bahwa cerita-cerita yang sering kita dengar dulu itu ternyata memiliki ikatan yang kuat dalam hidup Sahabat saat ini. Nah, bagaimana kalau Sahabat tuangkan pengalaman itu ke dalam sebuah Cerpen Inspiratif dan ikutkan dalam Lomba Menulis Cerpen "Dongeng Masa Kecil Inspirasiku" yang diselenggarakan oleh Penerbit Remaja de TEENS dan Grup Pustaka Inspirasi-ku.

Simak dengan baik ya,  syarat-syaratnya, sebagai berikut:

-. Cerpen diangkat dari kisah nyata, baik yang dialami sendiri maupun oleh orang lain, yang sahabat kenal.

-. Cerpen tidak mengandung Unsur SARA, Politik tertentu,  dan pornografi.

-. Panjang cerpen 10 - 15 halaman A4, spasi 2, TNR 12, justified, margin 4-4-3-3 cm

-. Naskah dikirim dalam bentuk file word (nama file = Nama Penulis spasi Judul Naskah), ke email: pustakainspirasiku@gmail.com dengan subjek #CerpenInspirasi spasi nama penulis spasi judul cerpen (contoh #CerpenInspirasi Kamiluddin Azis Cinderella Berhijab Putih )

-. Sertakan biodata diri lengkap (berisi nama asli, alamat lengkap, nomor HP, nomor rekening bank), juga biodata dalam bentuk narasi, di akhir naskah (digabungkan dalam satu file word sekaligus).

-. Setiap peserta wajib follow twitter penyelenggara lomba ini yaitu: @bukuilmuku (akun grup) dan @de_teens, dan mention setelah mengirimkan naskah. Satu peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 naskah terbaiknya saja.

-. Lomba ini dibuka mulai tanggal 28 November 2013 s/d 28 Januari 2014. Lama penjurian 1 bulan.

-. Update daftar peserta setiap hari Kamis s/d penutupan Dead Line, di dokumen dan blog Grup Inspirasi-ku, serta di blogdivapress.com.

-. Akan dipilih naskah-naskah terbaik, dengan penghargaan sbb:

Juara    1: Rp   500.000,-  + 1 buku tanda terbit
Juara    2: Rp   300.000,- +  1 buku tanda terbit
Juara    3:Rp    200.000,- +  1 buku tanda terbit
Masing-masing nominator yang karyanya diterbitkan akan mendapat fee dan 1 buku tanda terbit.

Ayo, kirimkan naskah terbaikmu dan jadilah yang pertama terbit tahun 2014 mendatang.

Salam Inspirasiku

ps :

Contoh cerpen yang dicari, misalnya seperti ini :

-. Kisah sahabatmu yang kini menjadi Putri Indonesia. Sejak kecil orang tuanya sering menceritakan kisah-kisah tentang putri kerajaan yang cantik dan baik hati. Hal ini membuat sahabatmu itu terinspirasi untuk menjadi seorang putri. Berkat kesungguhan dan kebulatan tekadnya, kini ia benar-benar menjadi seorang putri. Bukan putri kerajaan memang, melainkan seorang Putri Indonesia. Dengan jiwa sosialnya yang tinggi, ia sering keliling Indonesia untuk membantu anak-anak di daerah terpencil.



Senin, 25 November 2013

MENGGELAR LOMBA

DENGAN SPIRIT TAHUN BARU HIJRIYAH & HARI PAHLAWAN




Merealisasikan ide-ide hebat untuk mewujudkan sebuah perubahan adalah sesuatu yang sudah lama sekali kami idamkan. Terlalu lama mengendap membuat ide-ide itu terdesak untuk segera digulirkan dalam karya nyata. Dengan berbekal semangat dan kenekatan, saya dan istri menyusun resolusi baru agar cita-cita yang kami semat dengan didirikannya Rumah Baca Pustaka Ilmu (RBPI) sejak 5 Desember 2005 lalu, bisa meninggalkan sesuatu yang berharga untuk warga.

Tidak banyak yang sudah kami lakukan, selain menyediakan sumber bacaan berkualitas, pelayanan dengan waktu tak terbatas, serta kesabaran dalam mengkanpanyekan minat baca bagi masyarakat, terutama anak-anak di sekitar perumahan Margaasih Permai. Dan dengan segala keterbatasan yang kami miliki, semua ini kami kerjakan dengan penuh semangat dan tanpa mengharapkan imbalan. Kami hanya berharap apa yang sudah kami jalankan tidak menjadi sia-sia. 

Pun menjelang pertambahan usia hingga angka 8 tahun ini, kami sudah menyusun beberapa agenda yang sekiranya bisa kami realisasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang tetap berkaitan dengan dunia pembelajaran. Salah satunya adalah kegiatan yang digelar pada Minggu 24 November 2013 lalu.

Kang Aming membuka acara dg program kerja RBPI


Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memperingati Tahun Baru Hijriyah dan Hari Pahlawan ini diisi dengan kegiatan Lomba mewarnai, dan Baca Puisi Perjuangan. Sesuai dengan tema kegiatan ‘Dengan Spirit Tahun Baru Hijriyah dan Hari Pahlawan,
Kita Tingkatkan Semangat Membaca, Untuk Memperluas Wawasan & Pengetahuan, Menuju Masyarakat Cerdas dan Mandiri’ kami berharap ini menjadi sebuah momentum perubahan bagi warga untuk kembali menempatkan dunia baca dan buku sebagai sebuah kebutuhan primer sebagaimana halnya sandang dan pangan. 

Sambutan Ketua RT

Kami benar-benar yakin, dengan dukungan aparat pemerintah setempat dan seluruh warga, dalam hal ini para orangtua, anak-anak warga Margaasih dan sekitarnya akan merasakan lapar dan dahaga jika sehari saja tidak membaca buku atau berkunjung ke RBPI. Ini tentu saja akan berimbas pada pengayaan pikiran, kreativitas, dan masa depan anak kelak.

Antusiasme warga mengikuti acara


Untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan RBPI, kami akan membuat sebuah Laporan bulanan dalam bentuk Buletin RBPI. Untuk tahap awal mungkin masih berupa lembaran kertas fotocopian semata, namun meskipun isinya masih sangat sederhana, kami berharap media ini bisa menjadi sarana informasi bagi warga, terutama RW 21, tentang kegiatan-kegiatan yang ada di lingkungan Ke-RW-an dan lingkup Desa Margaasih, serta bisa juga sebagai wadah kreativitas anak dan warga yang menyukai seni.

 
Kuis berhadiah Buku paling ditunggu Ibu-ibu

Kami berharap RBPI bisa dijadikan tempat pelatihan menulis, dan mencipta karya lainnya. Kita tunggu saja program kerja para relawan dan dukungan masyarakat sekitar.

 

LATIHAN BACA PUISI DADAKAN


Bersama Kang Haariz Abdullah

Salah seorang juri Lomba Baca Puisi, yaitu Kang Haariz Abdullah, didaulat untuk memberikan pelatihan membaca puisi ‘Perjurit Jaga Malam’. Anak-anak begitu antusias menyimak dan mengikuti arahan beliau. Ini tentu saja sangat berguna bagi mereka jika kelak mengikuti perlombaan serupa.


 
"Ajarkanlah anak-anak Sastra, maka kau sedang ajarkan mereka keberanian" (Umar bin Khothob)

Setidaknya, pesan dari Amirul Mukminin yang telah menaklukan 2/3 dunia itu berkesan dan terbukti pada kegiatan yang diselenggarakan oleh RBPI. Tahniah buat anak-anak hebat dan pemberani. Menang kalah bukan soal, tapi siapapun yg mampu berdiri mengapresiasi sastra adalah juara. Pustaka Ilmu dan semua yang ikut ambil bagian dalam kgiatan mulia ini. Sukses terus!

Kang Haariz juga diminta untuk tampil di atas pentas. Ia membawakan sebuah musikalisasi puisi sastrawan tasik, yaitu Acep Zamzam Noor. Keren! [ka]

Lihat videonya

Minggu, 24 November 2013

Farhan, si Riang Penuh Semangat





Sesuai dengan namanya, Farhan, anak laki-laki berusia 7 tahun ini tak pernah lepas tersenyum. Pun saat dirinya mengikuti Lomba Baca Puisi di RBPI, Minggu 24 November 2013 lalu. Wajah imutnya selalu berbinar. Meskipun tidak jadi juara, tetapi wajah Pak Wahyu dan Bu Fitri Marlina, kedua orangtua Farhan merasa sangat puas karena anak keduanya itu berani tampil, mengalahkan rasa malu yang selama ini menjadi sifat Farhan.

“Saya bangga melihat Farhan berani tampil di atas panggung,” ungkap Pak Wahyu sambil mengabadikan gambar anaknya yang sedang membaca puisi.

Ya, untuk tampil di depan banyak orang, disaksikan orang tua dan teman-teman sebaya di atas pentas, bukanlah perkara mudah. Perlu sebuah keberanian dan mental yang kuat. Dan Farhan berhasil menunjukkan hal itu. Menjadi juara bagi dirinya sendiri dan di mata ayah ibunya. (ka-24 Nov’13)

Rabu, 20 November 2013

Proyek Menulis Novel THE ARCHITECT & THE BANKER


DivaPress Mencari 2(dua) penulis untuk novel dengan judul:
  • THE ARCHITECT
  • THE BANKER

Syarat-syarat Proyek Menulis THE ARCHITECT & THE BANKER:

  • Mampu menyelesaikan novel setebal 180-220 hlm, A4, spasi 2, TNR dalam waktu 4 bulan
  • Bersedia menandatangani surat pernyataan kesanggupan bermaterai
  • Tokoh diutamakan berdasarkan true story seorang arsitek maupun bankir (silakan melakukan riset mendalam) Tokoh utama berusia antara 25-30 tahun (young adult)
  • Tidak sedang mengikuti proyek menulis lainnya dari pihak mana pun


Ketentuan:
  • Kirim outline, sinopsis, dan sampel 1 bab ke: deteensmail@gmail.com, ditunggu sampai 25 November 2013, pukul 11.00 WIB.
  • Diharapkan mencantumkan sumber riset untuk tokoh yang akan dipakai dalam novel tersebut (lebih baik jika penulis dapat kontak langsung dengan yang bersangkutan bahkan melihat kehidupan sehari-harinya)
  • Proses penulisan per bab akan diawasi penuh oleh mentor #KampusFiksi

Redaksi akan memilih masing-masing 1 untuk penawaran calon novel THE BANKER dan THE ARCHITECT paling keren dan akan dihubungi via email.


Sumber: https://www.facebook.com/notes/penerbit-diva-press/proyek-menulis-tema-profesi-bagian-2/631898460185275

Lomba, Bukan untuk Mencari Juara



Sejak saya melakukan transformasi, mengalihfungsikan Taman Bacaan Pribadi saya menjadi sebuah rumah baca untuk warga, banyak ide menggeliat dalam benak saya. Kesemuanya terfokus pada upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di lingkungan saya, sebuah kompleks perumahan menengah di pinggiran kota Bandung, dengan berbagai kemajemukan sosial ekonomi di dalamnya.  

Saya memulai langkah awal dengan mengadakan sebuah kegiatan, semacam lomba kecil-kecilan dengan tujuan untuk memperkenalkan secara luar Rumah Baca yang saya buka untuk umum ini, agar ke depannya banyak pembaca yang mau memanfaatkan waktu dengan membaca koleksi di Rumah Baca yang saya beri nama Rumah Baca Pustaka Ilmu (RBPI). Apalagi belakangan saya juga membuka pintu donasi untuk siapa saja yang peduli dan mau berbagi menghibahkan atau sekedar menitipkan buku-buku layak baca di RBPI, dan kenyataannya membuat saya membelalakan mata lebar-lebar. Kepedulian itu rupanya masih sangat tinggi. Buktinya, dari beberapa penerbit yang saya hubungi, hampir 75% berkenan menyumbangkan buku-buku terbitannya. Belum lagi teman sesama penulis, pemerhati baca, juga komunitas baca yang memang selalu menyalurkan CSR dari perusahaan-perusahaan.Saya sudah mempersiapkan kegiatan lomba.

 

Dan yang membuat saya salut,   warga sekitar pun menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan donasi dalam bentuk apa saja : uang, Piala, produk, merchandise, dan sebagainya untuk men-support kegiatan lomba yang akan diadakan Minggu, 24 November 2013. Lomba yang akan digelar dalam rangka memperingati tahun Baru Hijriyah dan Hari Pahlawan ini ialah Lomba Mewarnai, Story Telling, dan Baca Puisi. Masing-masing untuk kategri TK, SD dan SMP.
Kegiatan ini bukan untuk mencari calon juara. Meskipun kelak pemenang mendapatkan predikat dan piala serta hadiah-hadiah hiburan, tetapi tujuan paling utama ialah melatih anak-anak agar berani tampil di depan publik, dan berani mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka, sehingga kreativitasnya bisa dikembangkan lebih baik.



Semoga kegiatan ini lancar pada hari H-nya, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan minat baca masyarakat, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada penerbit : Diva Press, Plot Point, Mizan, Tobuk Gramaedia PVJ, Seke Laundry, Tupperware Bandung, Sofia Shoes, Iwa Mas, juga sahabat-sahabat yang telah mendukung acara ini : Mbak Nenny Makmun, Petra Shandi, Toko Emas Rafly, Pak Detje, Om Broy, Pak Dartiwan, juga para relawan : Agus Iskandar, Lidya, Sucita, Elly, Indah, Wie, Faisal, Adra, Winda. Tak lupa pada Pak Rt 03/21 & Pak RW 21.

salam...

KESAN ULTAH KINOMEDIA WRITER ACADEMY




LANGKAH AWAL MENUJU SUKSES


Setahun yang lalu sebuah naskah remaja karya saya berhasil menembus penerbit mayor melalui mediasi Kinomedia Writer Academy (KWA). Wah senangnya bukan main! Selain mendapatkan honor, novel perdana saya pun terbit. Saya pun semakin banyak dikenal orang dan mulai diperhitungkan sebagai penulis.
Sejak saat itu pula semangat saya semakin menggebu. Apalagi Bang Novanka Raja, Mbak Riri Ansar dan beberapa tim Kinomedia lainnya selalu menyebarkan spirit melalui postingan-postingan inspiratif mereka di grup. Rasanya tak sabar untuk kembali menerbitkan karya melalui KWA.
Di KWA juga saya mengenal teman-teman baru. Ada Hardy Zhu, Mitha Juniar, Alvian, Sherina Salsabila, dan masih banyak teman lainnya dari seluruh pelosok tanah air. Saya juga mengajak teman-teman penulis lain bergabung di grup keren ini untuk menerbitkan karya. Sebut saja Mbak Endang SSN, Mbak Nenny Makmun, Petra Shandi, dan Eric Keroncong Protol yang pada akhirnya berkiprah dan memulai karier kepenulisan mereka melalui KWA. Seru, menyenangkan sekali rasanya bisa berkarya bersama sahabat dalam satu wadah.
Saya salut dengan penulis-penulis KWA. Mereka tidak terlalu mengutamakan materi dan popularitas. Bagi mereka, menciptakan karya yang berguna untuk masyarakat, itu jauh lebih penting dan memuaskan ketimbang honor ataupun ketenaran. Saya semakin sadar bahwa kualitas karya itu tidak diukur dari banyaknya buku yang terjual, tetapi manfaat yang diberikan buku itu bagi pembacanya. Kalian juga pasti setuju kan?
Oh iya, selain novel-novel yang terbit di penerbit mayor yang bekerjasama dengan KWA itu laku keras di pasaran, banyak juga lho yang sudah dibuatkan film! Salah satunya ialah ‘Air Mata Terakhir Bunda’ yang mendulang sukses dan menyedot banyak sekali penonton. Kalau lihat promo-promonya di wall grup, pengin banget rasanya, suatu hari nanti karya saya bisa difilmkan seperti itu. Amin…
Saya mungkin jarang mengomentari atau ikut diskusi di grup, tetapi saya selalu rajin membaca postingan-postingan Bang Novanka Raja yang berisi motivasi dan tips menulis. Juga tips-tips dan diskusi lain dari penulis-penulis kenamaan di KWA. Ingin sekali sebenarnya saya bertandang ke base camp Kino di Tangerang untuk menimba ilmu dan pengalaman dari mereka. Tapi saya belum punya waktu liburan yang pas untuk ke sana. Maklum, saya bekerja full time sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta yang waktu liburnya terbatas.
Adalah Petra Shandi, teman baik saya yang pernah main ke base camp KWA. Wah mendengar ceritanya, membuat saya semakin iri saja. Petra bisa mengenal semua kru KWA yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman mereka. Bukan saja tentang dunia menulis, tetapi juga penerbitan, talk show, dan lain-lain. Sedangkan saya baru bisa ngobrol via BBM saja. Itu pun kadang ragu karena takut mengganggu waktu mereka. Semoga suatu hari nanti saya bisa ke sana. Amin…
Untuk teman-teman yang belum bergabung dengan grup ini, ayo joint! Tidak akan rugi kok! Malahan kalian untung bisa dapat ilmu banyak, teman-teman baru, dan kesempatan untuk menerbitkan karya di penerbit mayor! Kalau pernah mendengar gosip tentang Bang Novanka Raja yang galak (peace, Bang J!), jangan terlalu dihiraukan. Bukan galak sih, sebenarnya, melainkan tegas, karena Bang Novanka ingin kita sebagai penulis selalu disiplin dan mengikuti aturan supaya bisa menghasilkan karya terbaik. Betul kan, Bang?
Satu hal lagi, untuk menjadi penulis itu harus memiliki kesabaran ekstra. Saat kita sudah menyelesaikan sebuah karya dan mengirimkannya ke Kinomedia, kita hanya perlu konfirmasi apakah naskahnya sudah sampai atau belum. Di email kita juga sudah ada sebenarnya jawaban dari auto responden-nya KWA. Tapi kalau ragu ya sekali-kali bertanya boleh-lah. Asal, jangan keseringan bertanya tentang nasib naskah, kapan terbit (kalau sudah di-acc) atau kenapa naskahmu ditolak, yang hanya akan membuat pengurus KWA jengkel karena sebetulnya semua informasi penting biasanya diposting di grup. Jadi rajin-rajinlah mengecek grup, bila perlu atur notifikasi facebook-mu agar selalu mendapat info postingan terbaru.
Kinomedia benar-benar bisa menjadi jembatan untuk karier menulis. Buktinya saya. Novel kedua dan ketiga saya bisa dilirik dan di-acc penerbit lain karena novel sebelumnya yang terbit di Zettu, buah campur tangan KWA, cukup laku dan bisa diterima di masyarakat. Ini menjadi kredit point buat kita yang ingin karyanya diterbitkan penerbit manapun. Pengalaman menulis dan menerbitkan karya di Kino bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan. Belum lagi novel duet saya dengan Petra Shandi yang juga di-acc di Kino kini tinggal menunggu terbit. Wah, semakin banyak karya yang bermunculan sejak saya mengenal Kinomedia Writer Academy ini. Semangat yang tak pernah mati, dan menciptakan karya yang selalu hidup, kini menjadi motto hidup saya. Terima kasih sekali untuk Kinomedia.
Dan, di ulang tahun KWA yang kedua ini, izinkan saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga semakin berjaya, selalu konsisten dalam mencetak karya-karya hebat, dan bisa melahirkan penulis-penulis kenamaan di tanah air. Saya berharap bisa terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan KWA. Saya tak akan pernah berhenti berkarya meskipun kelak banyak novel saya yang difilmkan (ngarep banget! Amin, semoga sesumbar ini menjadi doa…).
Terima kasih Bang Novanka raja, Mbak Riri Ansar, Mpok Mercy Sitanggang, Admin Kino yang invisible dan rahhassiaa… juga semua sahabat yang tergabung di KWA. Yok berkarya demi kemajuan bangsa tercinta. Indonesia.
Salam…

Kamis, 14 November 2013

Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram 1435 H

Tahun Baru Hijriyah selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan Islami seperti tabligh akbar dan pengajian-pengajian. Adakalanya tradisi lain juga turut memeriahkan malam pergantian tahun baru Islam itu, seperti pawai obor dan karnaval keliling kampung.

Perayaan dan penghormatan terhadap kedatangan tahun baru Hijriyah sering masih berlanjut hingga sepuluh hari ke depannya. Di daerah-daerah bahkan banyak digelar acara wirid, pembagian makanan sampai acara-acara ritual tradisi yang kerapkali dianggap bid'ah. Namun terlepas dari itu semua, apapun kegiatan umat yang mengatasnamakan kebahagiaan akan datangnya tahun baru menunjukkan adanya semangat baru dalam berukhuwah dan silaturahmi untuk meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan.



Pada setiap tanggal 9 dan 10 Muharram biasanya kaum muslim menjalankan ibadah puasa sunnah. Pada tanggal 10 Muharram pun mereka memberikan sedekah, terutama kepada para anak yatim, karena tanggal 10 Muharram ini dipercaya sebagai lebarannya anak yatim.




Seperti yang dilakukan ibu-ibu dan warga Margaasih yang membagikan makanan dan angpau (sedekah uang) untuk anak-anak yatim yang ada di sekitar Desa Margaasih. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi (agenda rutin) warga dan terutama ibu-ibu pengajian setiap tahunnya. Apalagi tahun ini, keberadaan Rumah Baca Pustaka Ilmu di tengah-tengah warga bisa menjadi motor penggerak dan wadah untuk penyaluran santunan-santuan rutin, termasuk di luar bulan Muharram pun.

Sangat mengahrukan saat melihat bagaimana anak-anak yatim itu tersenyum saat orang-orang memberi mereka santunan, lalu mengusap kepala mereka satu persatu. Seolah mereka merasakan siraman kasih sayang dari orangtua mereka yang telah tiada.

Semoga kita semua senantiasa diberkahi umur panjang dan rezeki yang cukup sehingga bisa terus berbagi setiap waktu kepada mereka yang membutuhkan.

Lihat Videonya di sini :





Rabu, 13 November 2013

Berbagi Apapun yang Kamu bisa Bagi

Senyum itu Ibadah, karena memberikan senyum saja sudah bernilai sedekah. Petuah orangtua itulah yang selalu saya ingat sejak kecil. Karenanya saya tak pernah lepas tersenyum saat berpapasan dengan orang lain. Terutama teman atau tetangga yang jelas-jelas kenal dengan kita.

Yeah, apa lagi yang bisa kita bagikan saat sesuatu untuk dibagi saja tidak ada. Dalam keadaan lapang maupun sempit, ajaran agama mengajarkan kepada kita untuk tetap bersedekah. Apapun itu bentuknya. Bahkan kebaikan kecil saja, yang kita sangka tak akan memberi manfaat apapun bagi orang lain, ternyata bisa berimbas kebaikan yang berlipat-lipat manfaatnya.

Contoh gampangnya saja, saat melakukan interaksi di dunia maya, tiba-tiba ada postingan orang yang membutuhkan bantuan atau mengajak orang untuk mendonasikan sesuatu untuk sebuah komunitas atau membantu orang lain yang sedang ditimpa musibah, maka kita yang misalkan saja tidak bisa turut membantu langsung, bisa berpartisipasi dengan membagikan info tersebut kepada orang lain. Dan nyatanya, semakin banyak info itu tersebar dan dibaca orang lain, maka semakin banyak juga bantuan yang akan terkumpul.

Jadi, apa yang sudah Kamu share hari ini kepada orang lain?
Bagikan apa yang kamu bisa berikan kepada dunia : informasi penting tentang keadaan lingkungan, lalu lintas, ajakan untuk melakukan go green, dan masih banyak lagi.

salam
ka