Tampilkan postingan dengan label Penggalan Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penggalan Kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2013

Selamat Hari Ibu

Hari ini aku tidak pulang dan memeluk Umi seperti setiap 22 Desember tahun-tahun sebelumnya.
Aku tahu, Umi mungkin tidak pernah mengharapkan hadiah apapun di hari spesial ini. Peluk dan cium serta tentu saja doa sudah pasti itu yang terpenting baginya. Biasanya aku selalu memanjakan Umi ketika semua orang merayakan Hari Ibu. Ya, hari ini selalu aku jadikan sebagai hari ulang tahun beliau karena kami tidak memiliki data akurat tanggal kelahirannya. Sebuah kado meskipun sederhana selalu membuat Umi bahagia. Namun sayang, tahun ini aku tidak memberikannya.

Salam sayang dan doa senantiasa nanda panjatkan untuk kesehatan dan kebahagiaan Umi. Selamat hari Ibu ya Umi, semoga Allah memberimu umur panjang dan bahagia dunia akhirat. 

peluk cium anakmu
ka

cuplikan cerpenku untuk Umi

Rabu, 04 Desember 2013

GO GREEN



3R, PALING SEDERHANA UNTUK DILAKUKAN

Beneran deh, semakin ke sini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan, semakin membaik.  Kampanye Go Green yang sering digelar oleh aktivis lingkungan ataupun instansi yang peduli terhadap isu keamanan lingkungan sedikit banyak berpengaruh terhadap pergeseran pola pikir masyarakat, terutama di daerah perkotaan yang notabene penyumbang terbesar kerusakan lingkungan.
Sebagai makhluk bumi mau tak mau kita harus menjaga dan melestarikan alam, bagaimanapun caranya. Kalau merasa berat menjadi anggota pecinta lingkungan dengan ikut andil menanam pohon-pohon di lahan terbuka, kita bisa memulainya dengan tindakan sederhana.  Pasti semua sudah pada tahu kan, metode umum yang gencar dipublikasikan di mana-mana : 3R (Recycle, Reuse dan Reduce)
Ok… ok… kalau begitu saya ingetin lagi deh, barangkali ada yang hanya tahu dan ngeh kepanjangan 3R-nya saja.Tapi mau ngapain dengan 3R itu, masih bingung.

Reduce ialah mengurangi pemakaian bahan-bahan yang berkontribusi merusak alam. Kurangi menggunakan bahan-bahan yang tidak terlalu perlu, seperti tissue, popok bayi, juga kantong plastik saat belanja ke supermarket. Tidak perlu minta tambah saat belanjaan banyak. Sebaiknya membawa kantong besar dari rumah, atau kantong khusus ramah lingkungan yang  bisa dipakai berkali-kali. Kebiasaan membeli minuman dan makanan dalam kemasan juga bisa dikurangi dengan membawa bekal dari rumah. Gunakan tempat minum atau makanan yang ramah lingkungan dan aman dipakai berkali-kali demi alasan kesehatan. Plastik itu penguraiannya bisa memakan waktu ratusan tahun lho! 

Reuse ialah memakai kembali barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan. Jika barang-barang lama yang tidak terpakai dan numpuk di gudang masih layak pakai, sebaiknya disumbangkan pada mereka yang membutuhkan. Jadinya, mereka tidak perlu beli kan? Daripada membeli pot mahal untuk menanam bunga di taman, sebaiknya menggunakan ember-ember bekas kaleng cat. Kalau ingin terlihat cantik, sedikitlah kembangkan imajinasi dan daya kreativitasmu dengan menghiasnya.

Recycle ialah mendaur ulang barang usang. Yang paling mudah ialah mendaur ulang sampah rumah tangga baik organik maupun non organic. Contohnya banyak banget : mendaur ulang kertas bekas untuk dijadikan sesuatu yang memiliki nilai lebih, bahkan berdaya jual tinggi. Di beberapa daerah, bahkan ibu-ibu yang kreatif merubah plastic-plastik bekas deterjen, pewangi pakaian, kantong minyak, dan lain-lain menjadi barang kerajinan yang bagus dan berguna, juga bernilai jual tinggi tentunya. Kulit-kulit buah, sisa sayuran yang terbuang bisa diubah menjadi pupuk. Kotoran hewan peliharaanmu juga sangat bagus dijadikan penyubur tanaman.
Kreasi saya: Album Prangko dari bekas kalender meja

 Nah, 3R ini bisa dilakukan sendiri-sendiri jika kita memang ingin tetap bisa menikmati segarnya bumi hingga. Kita melakukan ini semua bukan hanya sebagai warisan untuk anak cucu kita, tapi kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini saja belum tentu membuat diri kita selamat dari ancamannya. 

So, do it for now… safe the earth. Go Green … Go Green.. Go Green…

Oh iya…  tadi sempat disinggung sedikit tentang penggunaan tempat makan dan minum yang ramah lingkungan sebagai pengganti air minum dalam kemasan dan nasi/makanan kotak. Sekarang ini banyak sekali tempat makan dan minum untuk bekal si kecil sekolah atau makan siang suami di kantor. Pesan saya, pilih  produk yang benar-benar sudah teruji kualitasnya. Perhatikan bagian bawah produk yang ada tanda aman dan bisa dipakai berulang-ulang, tidak luntur oleh panas yang menyebabkan zat-zat kimia bahan menyatu dengan makanan.
Tupperware adalah yang terbaik saat ini. Dengan aneka ragam bentuk dan model yang disesuaikan dengan kebutuhan, produk ini bukan saja ramah lingkungan tetapi fashionable dan trendi. Menjadikan pemakainya tampak lebih berkelas. Dibanding membeli minuman botol seharga Rp. 500 perhari, lebih baik membeli tumbler Tupperware seharga Rp. 25.000,- yang bisa dipakai bertahun-tahun dengan garansi pula.

Saya kasi tips juga sedikit ya, (hehe sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit ya…) beli produk Tupperware melalui Online Store yang memberikan harga khusus, yaitu http://tupperwarepromodiskon.blogspot.com/

Untuk yang sudah menjadi Consultant produk ini, bisa juga beli di OL Store ini jika kebetulan membutuhkan produk unlimited. Silakan hubungi saja si empunya blog. Promo link ini juga merupakan salah satu upaya saya untuk ikut kampanye Go Green lho… hehe
Semoga bermanfaat.

Tunggu liputan saya tentang :
-. Menyulap kain perca menjadi 'sesuatu' yang lebih berguna
-. Membuat Album Prangko dari Kalender bekas
-. Bekas pasta gigi jadi keranjang cucian?

Jumat, 29 November 2013

MENANTI KELAHIRAN NOVEL KETIGA

Dag Dig Dug Der...


Menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan. Betul tidak sih?
Iya pasti melelahkan kalau selama menunggu itu kita diam berpangku tangan. Eh, tapi menunggu apa dulu deng. Kalau menunggu orang bayar hutang sih, biarpun melelahkan pasti ditunggu. Asalkan jangan di-PHP aja kali. Dijanjiin mau bayar sekarang, eh ditunggu-tunggu ternyata selalu ngeles.

Penampakan Novel ketigaku

Lain halnya dengan menunggu terbitnya novel karya kita sendiri. Rasanya benar-benar deg-degan. Kita sudah menulis novel itu sekian lama, editing, dan melalui proses yang begitu panjang. Lalu kita mendapat kabar bahwa novel akan segera terbit, lengkap dengan desain cover yang menggemaskan. Wah... kabar terbaik apa lagi yang bisa menandinginya. Apalagi kabar itu dipublish langsung oleh yang empunya penerbitan. Gila... sesuatu pisan euy...

Rencananya novel ini akan launching Januari 2014 mendatang. Semoga kelahirannya bisa memberikan warna tersendiri di dunia kepenulisan. Dan tentu saja menjadi penggairah bagi kelahiran karya-karyaku selanjutnya.
2014, semoga menjadi jalan bagiku untuk tetap eksis menulis, menelurkan karya-karya gemilang yang semakin baik dan memikat. Dan tentu saja membawa manfaat bagi pembaca.

Terima kasih Pak Edi Akhiles, #KampusFiksi, @DivaPress dan semua sahabat yang selalu mendukungku.

salam
ka

Rabu, 20 November 2013

Lomba, Bukan untuk Mencari Juara



Sejak saya melakukan transformasi, mengalihfungsikan Taman Bacaan Pribadi saya menjadi sebuah rumah baca untuk warga, banyak ide menggeliat dalam benak saya. Kesemuanya terfokus pada upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di lingkungan saya, sebuah kompleks perumahan menengah di pinggiran kota Bandung, dengan berbagai kemajemukan sosial ekonomi di dalamnya.  

Saya memulai langkah awal dengan mengadakan sebuah kegiatan, semacam lomba kecil-kecilan dengan tujuan untuk memperkenalkan secara luar Rumah Baca yang saya buka untuk umum ini, agar ke depannya banyak pembaca yang mau memanfaatkan waktu dengan membaca koleksi di Rumah Baca yang saya beri nama Rumah Baca Pustaka Ilmu (RBPI). Apalagi belakangan saya juga membuka pintu donasi untuk siapa saja yang peduli dan mau berbagi menghibahkan atau sekedar menitipkan buku-buku layak baca di RBPI, dan kenyataannya membuat saya membelalakan mata lebar-lebar. Kepedulian itu rupanya masih sangat tinggi. Buktinya, dari beberapa penerbit yang saya hubungi, hampir 75% berkenan menyumbangkan buku-buku terbitannya. Belum lagi teman sesama penulis, pemerhati baca, juga komunitas baca yang memang selalu menyalurkan CSR dari perusahaan-perusahaan.Saya sudah mempersiapkan kegiatan lomba.

 

Dan yang membuat saya salut,   warga sekitar pun menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan donasi dalam bentuk apa saja : uang, Piala, produk, merchandise, dan sebagainya untuk men-support kegiatan lomba yang akan diadakan Minggu, 24 November 2013. Lomba yang akan digelar dalam rangka memperingati tahun Baru Hijriyah dan Hari Pahlawan ini ialah Lomba Mewarnai, Story Telling, dan Baca Puisi. Masing-masing untuk kategri TK, SD dan SMP.
Kegiatan ini bukan untuk mencari calon juara. Meskipun kelak pemenang mendapatkan predikat dan piala serta hadiah-hadiah hiburan, tetapi tujuan paling utama ialah melatih anak-anak agar berani tampil di depan publik, dan berani mengekspresikan bakat dan kemampuan mereka, sehingga kreativitasnya bisa dikembangkan lebih baik.



Semoga kegiatan ini lancar pada hari H-nya, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan minat baca masyarakat, terutama anak-anak.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada penerbit : Diva Press, Plot Point, Mizan, Tobuk Gramaedia PVJ, Seke Laundry, Tupperware Bandung, Sofia Shoes, Iwa Mas, juga sahabat-sahabat yang telah mendukung acara ini : Mbak Nenny Makmun, Petra Shandi, Toko Emas Rafly, Pak Detje, Om Broy, Pak Dartiwan, juga para relawan : Agus Iskandar, Lidya, Sucita, Elly, Indah, Wie, Faisal, Adra, Winda. Tak lupa pada Pak Rt 03/21 & Pak RW 21.

salam...

KESAN ULTAH KINOMEDIA WRITER ACADEMY




LANGKAH AWAL MENUJU SUKSES


Setahun yang lalu sebuah naskah remaja karya saya berhasil menembus penerbit mayor melalui mediasi Kinomedia Writer Academy (KWA). Wah senangnya bukan main! Selain mendapatkan honor, novel perdana saya pun terbit. Saya pun semakin banyak dikenal orang dan mulai diperhitungkan sebagai penulis.
Sejak saat itu pula semangat saya semakin menggebu. Apalagi Bang Novanka Raja, Mbak Riri Ansar dan beberapa tim Kinomedia lainnya selalu menyebarkan spirit melalui postingan-postingan inspiratif mereka di grup. Rasanya tak sabar untuk kembali menerbitkan karya melalui KWA.
Di KWA juga saya mengenal teman-teman baru. Ada Hardy Zhu, Mitha Juniar, Alvian, Sherina Salsabila, dan masih banyak teman lainnya dari seluruh pelosok tanah air. Saya juga mengajak teman-teman penulis lain bergabung di grup keren ini untuk menerbitkan karya. Sebut saja Mbak Endang SSN, Mbak Nenny Makmun, Petra Shandi, dan Eric Keroncong Protol yang pada akhirnya berkiprah dan memulai karier kepenulisan mereka melalui KWA. Seru, menyenangkan sekali rasanya bisa berkarya bersama sahabat dalam satu wadah.
Saya salut dengan penulis-penulis KWA. Mereka tidak terlalu mengutamakan materi dan popularitas. Bagi mereka, menciptakan karya yang berguna untuk masyarakat, itu jauh lebih penting dan memuaskan ketimbang honor ataupun ketenaran. Saya semakin sadar bahwa kualitas karya itu tidak diukur dari banyaknya buku yang terjual, tetapi manfaat yang diberikan buku itu bagi pembacanya. Kalian juga pasti setuju kan?
Oh iya, selain novel-novel yang terbit di penerbit mayor yang bekerjasama dengan KWA itu laku keras di pasaran, banyak juga lho yang sudah dibuatkan film! Salah satunya ialah ‘Air Mata Terakhir Bunda’ yang mendulang sukses dan menyedot banyak sekali penonton. Kalau lihat promo-promonya di wall grup, pengin banget rasanya, suatu hari nanti karya saya bisa difilmkan seperti itu. Amin…
Saya mungkin jarang mengomentari atau ikut diskusi di grup, tetapi saya selalu rajin membaca postingan-postingan Bang Novanka Raja yang berisi motivasi dan tips menulis. Juga tips-tips dan diskusi lain dari penulis-penulis kenamaan di KWA. Ingin sekali sebenarnya saya bertandang ke base camp Kino di Tangerang untuk menimba ilmu dan pengalaman dari mereka. Tapi saya belum punya waktu liburan yang pas untuk ke sana. Maklum, saya bekerja full time sebagai karyawan sebuah perusahaan swasta yang waktu liburnya terbatas.
Adalah Petra Shandi, teman baik saya yang pernah main ke base camp KWA. Wah mendengar ceritanya, membuat saya semakin iri saja. Petra bisa mengenal semua kru KWA yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman mereka. Bukan saja tentang dunia menulis, tetapi juga penerbitan, talk show, dan lain-lain. Sedangkan saya baru bisa ngobrol via BBM saja. Itu pun kadang ragu karena takut mengganggu waktu mereka. Semoga suatu hari nanti saya bisa ke sana. Amin…
Untuk teman-teman yang belum bergabung dengan grup ini, ayo joint! Tidak akan rugi kok! Malahan kalian untung bisa dapat ilmu banyak, teman-teman baru, dan kesempatan untuk menerbitkan karya di penerbit mayor! Kalau pernah mendengar gosip tentang Bang Novanka Raja yang galak (peace, Bang J!), jangan terlalu dihiraukan. Bukan galak sih, sebenarnya, melainkan tegas, karena Bang Novanka ingin kita sebagai penulis selalu disiplin dan mengikuti aturan supaya bisa menghasilkan karya terbaik. Betul kan, Bang?
Satu hal lagi, untuk menjadi penulis itu harus memiliki kesabaran ekstra. Saat kita sudah menyelesaikan sebuah karya dan mengirimkannya ke Kinomedia, kita hanya perlu konfirmasi apakah naskahnya sudah sampai atau belum. Di email kita juga sudah ada sebenarnya jawaban dari auto responden-nya KWA. Tapi kalau ragu ya sekali-kali bertanya boleh-lah. Asal, jangan keseringan bertanya tentang nasib naskah, kapan terbit (kalau sudah di-acc) atau kenapa naskahmu ditolak, yang hanya akan membuat pengurus KWA jengkel karena sebetulnya semua informasi penting biasanya diposting di grup. Jadi rajin-rajinlah mengecek grup, bila perlu atur notifikasi facebook-mu agar selalu mendapat info postingan terbaru.
Kinomedia benar-benar bisa menjadi jembatan untuk karier menulis. Buktinya saya. Novel kedua dan ketiga saya bisa dilirik dan di-acc penerbit lain karena novel sebelumnya yang terbit di Zettu, buah campur tangan KWA, cukup laku dan bisa diterima di masyarakat. Ini menjadi kredit point buat kita yang ingin karyanya diterbitkan penerbit manapun. Pengalaman menulis dan menerbitkan karya di Kino bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan. Belum lagi novel duet saya dengan Petra Shandi yang juga di-acc di Kino kini tinggal menunggu terbit. Wah, semakin banyak karya yang bermunculan sejak saya mengenal Kinomedia Writer Academy ini. Semangat yang tak pernah mati, dan menciptakan karya yang selalu hidup, kini menjadi motto hidup saya. Terima kasih sekali untuk Kinomedia.
Dan, di ulang tahun KWA yang kedua ini, izinkan saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga semakin berjaya, selalu konsisten dalam mencetak karya-karya hebat, dan bisa melahirkan penulis-penulis kenamaan di tanah air. Saya berharap bisa terus menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan KWA. Saya tak akan pernah berhenti berkarya meskipun kelak banyak novel saya yang difilmkan (ngarep banget! Amin, semoga sesumbar ini menjadi doa…).
Terima kasih Bang Novanka raja, Mbak Riri Ansar, Mpok Mercy Sitanggang, Admin Kino yang invisible dan rahhassiaa… juga semua sahabat yang tergabung di KWA. Yok berkarya demi kemajuan bangsa tercinta. Indonesia.
Salam…

Kamis, 14 November 2013

Menyantuni Anak Yatim pada 10 Muharram 1435 H

Tahun Baru Hijriyah selalu dirayakan dengan berbagai kegiatan Islami seperti tabligh akbar dan pengajian-pengajian. Adakalanya tradisi lain juga turut memeriahkan malam pergantian tahun baru Islam itu, seperti pawai obor dan karnaval keliling kampung.

Perayaan dan penghormatan terhadap kedatangan tahun baru Hijriyah sering masih berlanjut hingga sepuluh hari ke depannya. Di daerah-daerah bahkan banyak digelar acara wirid, pembagian makanan sampai acara-acara ritual tradisi yang kerapkali dianggap bid'ah. Namun terlepas dari itu semua, apapun kegiatan umat yang mengatasnamakan kebahagiaan akan datangnya tahun baru menunjukkan adanya semangat baru dalam berukhuwah dan silaturahmi untuk meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan.



Pada setiap tanggal 9 dan 10 Muharram biasanya kaum muslim menjalankan ibadah puasa sunnah. Pada tanggal 10 Muharram pun mereka memberikan sedekah, terutama kepada para anak yatim, karena tanggal 10 Muharram ini dipercaya sebagai lebarannya anak yatim.




Seperti yang dilakukan ibu-ibu dan warga Margaasih yang membagikan makanan dan angpau (sedekah uang) untuk anak-anak yatim yang ada di sekitar Desa Margaasih. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi (agenda rutin) warga dan terutama ibu-ibu pengajian setiap tahunnya. Apalagi tahun ini, keberadaan Rumah Baca Pustaka Ilmu di tengah-tengah warga bisa menjadi motor penggerak dan wadah untuk penyaluran santunan-santuan rutin, termasuk di luar bulan Muharram pun.

Sangat mengahrukan saat melihat bagaimana anak-anak yatim itu tersenyum saat orang-orang memberi mereka santunan, lalu mengusap kepala mereka satu persatu. Seolah mereka merasakan siraman kasih sayang dari orangtua mereka yang telah tiada.

Semoga kita semua senantiasa diberkahi umur panjang dan rezeki yang cukup sehingga bisa terus berbagi setiap waktu kepada mereka yang membutuhkan.

Lihat Videonya di sini :





Rabu, 13 November 2013

Berbagi Apapun yang Kamu bisa Bagi

Senyum itu Ibadah, karena memberikan senyum saja sudah bernilai sedekah. Petuah orangtua itulah yang selalu saya ingat sejak kecil. Karenanya saya tak pernah lepas tersenyum saat berpapasan dengan orang lain. Terutama teman atau tetangga yang jelas-jelas kenal dengan kita.

Yeah, apa lagi yang bisa kita bagikan saat sesuatu untuk dibagi saja tidak ada. Dalam keadaan lapang maupun sempit, ajaran agama mengajarkan kepada kita untuk tetap bersedekah. Apapun itu bentuknya. Bahkan kebaikan kecil saja, yang kita sangka tak akan memberi manfaat apapun bagi orang lain, ternyata bisa berimbas kebaikan yang berlipat-lipat manfaatnya.

Contoh gampangnya saja, saat melakukan interaksi di dunia maya, tiba-tiba ada postingan orang yang membutuhkan bantuan atau mengajak orang untuk mendonasikan sesuatu untuk sebuah komunitas atau membantu orang lain yang sedang ditimpa musibah, maka kita yang misalkan saja tidak bisa turut membantu langsung, bisa berpartisipasi dengan membagikan info tersebut kepada orang lain. Dan nyatanya, semakin banyak info itu tersebar dan dibaca orang lain, maka semakin banyak juga bantuan yang akan terkumpul.

Jadi, apa yang sudah Kamu share hari ini kepada orang lain?
Bagikan apa yang kamu bisa berikan kepada dunia : informasi penting tentang keadaan lingkungan, lalu lintas, ajakan untuk melakukan go green, dan masih banyak lagi.

salam
ka

Senin, 21 Oktober 2013

FAMILY GATHERING


ALAM WISATA CIMAHI (AWC)


 20 Oktober 2013

Cape tapi Seru


Di Gerbang Mini Golf
Mengikuti Family Gathering yang diadakan oleh perusahaan tentu menjadi sesuatu yang ditunggu. Apalagi untuk anak-anak dan keluarga yang memang termasuk jarang sekali pergi tamasya (heuheu... istilahnya meni jadul ginih!).

Namun sebagai peserta gathering sekaligus juga panitia (ditunjuk jadi seksih acara itu, hemh... rada-rada abot juga!) hari H menjadi tanggal penting yang tidak akan pernah dilupakan. Masalahnya, segala persiapan sudah tentu menjadi agenda wajib bagi panitia. Kesuksesan acara adalah segalanya.

Pemilihan lokasi merupakan hal sangat penting. Setelah melalui berbagai seleksi dan pertimbangan, Alam Wisata Cimahi menjadi pilihan terbaik. Tour keluarga karyawan yang terdiri dari seluruh karyawan PT. Sinar Sosro Kantor pusat Jawa Barat Selamat, beserta keluarga adalah hal yang sudah lama tidak dilakukan. terakhir tahun 2005 ke lokasi wisata Paku Haji yang juga berada di Cimahi.

Salah satu sudut AWC


Sebagai seksi acara yang juga didaulat menjadi MC, saya agak keteter membagi waktu antara mengatur acara sambil menahan anak-anak supaya tidak nyebur dulu ke kolam renang (heu heu...). Berkali-kali anak-anak (pasukan kunyit, naik panggung dan ikut-ikutan jadi pengatur acara, hiahhh)

Undian Door Prize

Joget Cesar


Meskipun tidak terlalu banyak hiburan (yg penting ada Cesar-nya), tapi semua karyawan puas karena semuanya kebagian hadiah. Tapi... jangan tanya aku kebagian door prize apa ya, xixi... tidak sesuai harapan soalnya!

Bersama Sahabat Senasib (dapat Panci, xixi)

Ibu-ibu juga mau eksis



Air di kolam renang tidak terlalu dingin. Segar pokoknya. Bersih dan aman untuk anak-anak dan keluarga.






Kolam Renang Keluarga

Banyak wahana yang bisa dikunjungi. Ada kandang Rusa, kandang kelinci, kandang Kambing, Kandang Kura-kura, Wahana Tarzan, juga ada Jembatan Goyang.

Jembatan Goyang

 Saat kaki berpijak ke jembatan goyang ini, selusuh badan jembatan spontan bergoyang. Kaki sampai gemetaran karenanya. Anak-anak berteriak saking serunya.


Flying Fox


Buat yang suka tantangan, kalian juga bisa naik Flying Fox dengan ketinggian yang bisa bikin bulu kuduk kalian meremang... hiyyyy... jauhh banget lho... Liat aja video-nya di sini...

Nah, kalau kalian penasaran dengan Alam Wisata Cimahi, datang aja ke sini ya. Pasti puas.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Wajah Cemong spesial untuk 17 Agustus 2013


Wajah anak-anak yang pagi tadi cantik dan ganteng, tiba-tiba menjadi cemong-cemong saat menjelang siang. Wah, kenapa ya?
Rupanya kecap yang dicampur dengan tepung terigu menjadi cairan penyebab wajah mereka belepotan.

Pada acara peringatan HUT RI ke 68 di RW 21 Desa Margaasih, anak-anak antusias mengikuti berbagai kegiatabn lomba khas 17 Agustusan. Ada lomba makan kerupuk, menangkap belut, memasukkan paku ke dalam botol, dan banyak lagi. Yang paling mereka sukai tentu saja lomba menggigit koin yang ditancapkan pada kulit jeruk bali, ataupun pepaya. Tapi, eit, tidak semudah itu mereka bisa menggigit dan membawa koin hasilk buruannya. Ada tantangan yang harus mereka lewati.

Anak-anak yang akan mengikuti lomba menggigit koin,hanya boleh melakukannya dengan gigi dan mulut saja. Tangan mereka diikat dengan karet dan di belakang punggung. Pepaya yang digantung dan ditancapi koin itupun dilumuri oli yang terbuat dari kecap dan campuran tepung terigu dengan uang. Itulah kenapa wajah mereka menjadi belepotan setelah mengikuti lomba ini.

Wah ternyata susah juga mendapatkan koin, karena selain tertancap cukup dalam, pepaya yang digantung itu selalu bergoyang setiap kali peserta yang mengerubutinya menggerakkan kepala mereka untuk menggigit koin incaran. Xixi, lucu melihat wajah anak-anak ini.

Tapi di akhir acara semua anak merasa senang karena koin yang mereka dapatkan cukup banyak. Lumayan buat jajan siang ini. Apalagi 17 Agustus kali ini masih dalam suasana lebaran. Itung-itung dapat angpau tambahan deh... hehe

Bagaimana keseruan acara 17 Agustusan di daerahmu?
Yok kita lestarikan kegiatan seperti ini agar anak-anak memiliki kenangan indah dan makna yang dalam tentang kemerdekaan.

merdeka!
ka

Selasa, 23 Juli 2013

Resolusi dalam Hati

Ngumpet ...

Tahun ini sengaja aku sembunyikan tanggal ultahku di akun facebook, juga nggak pasang status yang berkaitan dengan miladku ini. Bukan apa-apa, aku lagi agak malas aja melihat pergerakan mundur angka umurku. Bukan tidak bersyukur atas nikmat dan karunia yang Tuhan berikan. Hanya saja, aku merasa sudah tidak penting lagi berapa umurku sekarang, tapi berapa banyak yang sudah aku lakukan selama setahun kemarin ini. Dan apa rencanaku ke depan. Sekalian, aku pengin ngetes teman-teman mana saja yang masih ingat dengan tanggal ultahku.

Mengingat dan merayakan hari ulang tahun memang tidak ada salahnya. Tapi yang lebih penting ialah kita bisa bermuhasabah diri, melakukan instropeksi diri atas apa saja yang sudah kita lakukan  sejauh ini. Dan yang tak kalah pentingnya ialah mempersiapkan sebuah resolusi.

Resolusiku apa ya...
Yup... sudah disimpan di dalam hati dan buku khusus. Nggak di sini ah, kan katanya nggak perlu diworo-woro sembarangan. 
Semoga tercapai... aminnn

Jumat, 07 September 2012

BATHROOM IDOL




Kamiluddin Azis

Sejak dulu aku memang hobi menyanyi. Meski tidak satu pun alat musik yang benar-benar kukuasai, tetapi menyanyi sudah menjadi terapi buatku. Di kamar mandi, sambil mencuci atau menyetrika pakaian, bahkan selama mengendarai motor pulang-pergi kerja aku selalu menyenandungkan lagu, apa saja. Setiap kali menyanyi, beban hidup yang menghimpit kadang terasa menjadi lebih ringan. Tapi.. kalau menyanyi di atas panggung besar dan ditonton oleh ratusan orang, wah gimana rasanya ya?
            Pada sebuah acara gathering karyawan yang diadakan perusahaan setahun yang lalu, aku terpaksa harus menyanyi di depan ratusan karyawan se-Jawa Barat. Acara yang diadakan di sebuah taman wisata di daerah Dago Bandung itu memang baru pertama kali digelar. Tentu saja acaranya heboh bin seru karena lebih dari 600 karyawan dari berbagai divisi dan kantor cabang tumplek dalam satu tempat, menikmati kebersamaan dan bersilaturahmi secara langsung satu sama lain.  Untuk meningkatkan keakraban antar sesama karyawan diadakan pula berbagai lomba ala 17 Agustusan, termasuk lomba menyanyi dengan tajuk Company Idol.  Aku yang kebetulan berkantor di Bandung, didaulat menjadi panitia sekaligus peserta lomba idol-idolan sebagai wakil dari kantor Branch Office (BO) Jawa Barat.
            Berbagai persiapan sudah aku lakukan sejak seminggu sebelum acara dimulai. Latihan bernyanyi -meski itu dilakukan di kamar mandi- secara intens aku lakukan. Karena akan ada dua kali babak penyisihan, aku pun mempersiapkan dua buah lagu. Pede aja lagi, siapa tahu aku lolos dan menjadi Company Idol. Kan lumayan, selain tambah beken aku juga bisa dapat hadiah. Rencananya aku akan menyanyikan lagu ‘Satu Jam Saja’-nya ST-12 dan lagu ‘C i n t a’–nya D’Bagindas. Selain mudah dihafal, lagu itu masih menjadi TOP 20 di radio Bandung saat itu. Kedua lagu itu secara berulang-ulang aku dengarkan melalui MP3 player di telepon genggamku. Pagi, siang, bahkan malam. Anak-anak sampai hafal semua liriknya. Mereka juga ikut-ikutan bernyanyi saat aku menyanyikannya dengan suara keras di kamar mandi.
       “Jadi curiga nih, kok ayah nyanyinya lagu itu-itu terus,” celetuk istriku saat mendengar aku dan anak-anak menyanyikan lagu CINTA sambil menyusun puzzle baru bergambar tokoh kartun kesukaan mereka.
            Aku hanya tersenyum menanggapi celoteh istriku itu. Sebenarnya aku agak malu untuk berterus terang tentang rencana mengikuti lomba idol itu. Padahal istriku tahu betul kalau aku memang hobi menyanyi dan bahkan sempat nekat mau ikut audisi Indonesian Idol kalau saja tidak segera sadar karena umurku tidak lagi memenuhi syarat. Hiks... aku selalu tutup muka setiap kali ingat hal itu. Narsis yang tidak tahu diri!
*
Taman Ir. H. Djuanda Bandung tampak sibuk di hari Minggu itu. Saat matahari belum sempurna terbit di ufuk timur, rombongan karyawan dari berbagai kota sudah mulai berdatangan. Dari Bogor, Cibinong, Sukabumi dan Cianjur, Juga dari daerah Tasikmalaya, Garut dan Banjar. Sepertinya mereka semua berangkat pagi-pagi sekali.
            Sebagai panitia pelaksana, kami sudah mempersiapkan segala hal dengan baik sehari sebelumnya. Tenda-tenda istirahat, properti lomba, doorprize, dan banyak lagi. Kami bahu membahu menyelesaikan semua tugas panitia. Lumayan capek juga, sampai-sampai konsentrasiku terpecah antara mengurus tetek-bengek kepanitiaan dengan persiapan menjadi peserta lomba. Untungnya pada malam Minggu, Manajer Personalia menyuruhku untuk istirahat lebih dulu dibanding panitia lainnya. Aku pun melewatkan tugas membungkus hadiah-hadiah untuk doorprize dan pemenang lomba.
            Aku sudah siap tempur. Suara emasku akan menggegerkan seisi taman, dan aku akan menjadi Company Idol yang pertama. Oh iya, aku lupa memberitahukan bahwa untuk menentukan pemenang Company Idol itu dilakukan metode vouting penonton seperti halnya Indonesian Idol atau ajang pencarian bakat lainnya yang mengandalkan sms dari penonton. Bedanya penonton Company Idol ini memberikan dukungan dengan cara membeli produk perusahaan berupa minuman dalam kemasan botol dan mengisi satu vouting card dengan nama idol pilihan mereka. Semakin banyak vouting card berisi nama peserta idol yang diserahkan ke vouting corner, semakin besar pula peluang dia menjadi seorang Company Idol. Semoga aku mendapat dukungan paling banyak.  
             Setelah semua karyawan kumpul, acara pun dibuka dengan berdoa bersama,  yel-yel perusahaan, pengarahan tekhnis, dan sambutan dari General Manager. Kemudian ratusan karyawan itu menyebar, saling bersilaturahmi, dan bersiap-siap mengikuti aneka lomba yang diadakan di beberapa titik berbeda.
Matahari merangkak garang. Acara demi acara lomba sudah selesai dilakukan. Setelah makan siang, semua karyawan berkumpul di depan panggung yang berdiri di tengah-tengah taman. Mereka duduk di bangku taman, menatap pada satu titik yang sama : panggung besar dengan ratusan doorprize, dan seorang penyanyi dangdut yang membuka acara dengan suara merdu dan goyangan mautnya. Aku ikut bergoyang sekedar untuk mengusir demam panggung yang mendadak kambuh. Dalam hati aku meneriakkan kata-kata pembangkit semangat : narsis.. narsis.. narsis.. pasti bisa!
Tiba saatnya Lomba Idol! Satu persatu peserta tampil dengan hebohnya. Apalagi  peserta yang menyanyikan lagu dangdut dan diikuti goyangan dari para pendukungnya. Giliranku pun tiba. Bismillah, ilmu narsis kusemat di dada. Tak kusangka efek lagu ‘Saat Terakhir’ ST-12 yang kunyanyikan membuat suasana berubah hening. Riuh tepuk tangan membahana usai aku bernyanyi. Lega rasanya. Terlebih setelah hasil vouting diumumkan, aku lolos ke babak selanjutnya! NARSIS, eh.. SERU!
Setelah diselingi dengan pembagian doorprize, babak final pun dimulai. Pada penampilan kedua itu, kuajak audience bernyanyi bersama. Lagu D’Bagindas pun kembali melejit hari itu, dan tepuk tangan penonton jauh lebih dahsyat daripada sebelumnya. Tapi sayang, di akhir acara aku harus puas menjadi runner up 2 alias juara ke-3 karena kalah vouting. Sebuah bingkisan besar, yang kupikir berupa alat elektronik seperti halnya doorprize, menjadi hadiah yang membuatku penasaran. Aku sudah membayangkan mendapat magic com yang akan aku hadiahkan untuk istriku. Pasti ia akan senang sekali. Apalagi kebetulan alat penanak nasi di rumah sedang rusak.
Tetapi saat kubuka hadiah itu.. OOW? Kotak besar itu ternyata berisi sekantong besar keripik singkong. Fantastis, iseng-iseng kutimbang, kira-kira beratnya mencapai 5 kg!! Kandas deh harapan memberikan hadiah kejutan untuk istri di rumah.
Keesokan harinya, keripik itu aku makan rame-rame bersama teman-teman kantor. Sambil saling melempar ledekan dan banyolan seputar even kemarin, kami seruangan menikmati kebersamaan makan bareng keripik singkong idola. Seru.. tidak akan pernah kulupakan betapa narsisnya aku. Apalagi setelah melihat foto-foto dan video rekaman penampilanku, alamak… narsis tingkat dewa! Padahal kalau diingat-ingat studio latihanku selama ini hanya ruangan dingin tanpa pengedap suara berukuran  2x2 meter. Ya, kamar mandi itu! Makanya,  aku mungkin lebih cocok menyandang gelar Bathroom Idol ketimbang Company Idol.
*