Tampilkan postingan dengan label KlippinG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KlippinG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Februari 2011

Lima Belas Hal yang Harus Diketahui Pemasar Super


Kalau Anda sudah membaca buku 'StrategeniuS' karangan Jeffrey J. Fox, pasti Anda akan temukan materi ini pada Bab 16 halaman 95.

Lima Belas Hal yang Harus Diketahui Pemasar Super
  1. Unsur tunggal yang paling penting bagi keberhasilan bisnis adalah memiliki konsumen. Konsumen lebih penting daripada ide bisnis, teknologi, keuangan, manajemen, atau hal lain. Para superstar pemasaran mendapatkan dan menjaga konsumen.
  2. Konsumen (orang) membeli agar merasa nyaman, atau untuk memecahkan persoalan. Konsumen menilai solusi persoalan dengan dua cara: sebagai pencegah kerugian, atau sebagai potensi memperoleh keuntungan. Kerugian yang dihindari atau keuntungan, dapat selalu dinyatakan dalam nilai dolar. Jadi, buiatlah orang merasa nyaman; beri mereka nilai dolar riil dan nyata yang lebih besar daripada harga Anda. Dengan begitu, niscaya Anda menjual sebanyak yang Anda hasilkan
  3. Orang tidak membeli produk. Mereka membeli apa yang mereka peroleh dari produk. Orang tidak membeli gergaji, mereka membeli fungsi pemotong. Orang tidak membeli klorin, mereka membeli kolam yang bersih. Juallah nilai dolar dari pemotongan yang akurat dan kolam yang bersih.
  4. Adalah tanggung jawab pemasaran untuk mendolarisasi nilai setiap manfaat produk dan setiap titik perbedaan (keunikan) produk.
  5. Pasar (konsumen) adalah siapa yang membeli.Produk adalah apa yang mereka beli. Aplikasi (manfaat dan kegunaan produk) adalah mengapa mereka membeli. Oleh karena itu, setiap strategi dan program pemasaran hars mengarahkan ketiga elemen siapa, apa, dan mengapa.
  6. Cara terbaik untuk memilah dan menyegmentasi konsumen untuk arah pemasaran adalah dengan mengelompokkan mereka sebagai 'pengguna yang tahu [produk kita]', 'nonpengguna yang tahu', dan 'mereka yang tidak tahu'. Cara terbaik adalah dengan bertanya kepada pengguna yang tahu (aware) mengapa mereka membeli, dan bertanya kepada nonpengguna yang tahu mengapa mereka tidak membeli. Kemudian rangkai jawaban-jawaban tersebut menjadi strategi untuk menjaga pengguna yang tahu, untuk mengubah nonpengguna yang tahu [menjadi pengguna yang tahu], serta untuk menarik dan mendapatkan mereka yang tidak tahu.
  7. Kualitas produk adalah tanggung jawab pemasaran
  8. Arahan dalam riset dan pengembangan adalah tanggung jawab pemasaran
  9. Penjualan adalah tanggung jawab pemasaran. Tugas pemasaran adalah menunjukkan pada tenaga penjualan ke mana mereka harus melangkah dan mempersenjatai mereka agar bisa menjual. Tugas manajemen penjualan adalah memastikan tenaga penjualan bergerak. Rekrutlah tenaga penjualan yang "berlari"
  10. Anda dapat meningkatkan pendapatan Anda hingga tak terbatas jika Anda melatih tenaga penjualan Anda merencanakan telepon penawaran, bagaimana mendengarkan jawaban konsumen setelah setiap pertanyaan diajukan.
  11. Tenaga penjualan akan sangat meningkatkan penjualannya jika melakukan  dua hal: (a) selalu tunjukkan pada konsumen nilai dolar dari manfaat produk selama penggunaan produk tersebut, dan (b) pada setiap telepon penawaran. mintalah pesanan, atau komitmen yang mengarah kepada pesanan.
  12. Tiga kata paling penting dalam strategi pemasaran adalah:eksekusi, eksekusi, dan eksekusi. Ide pemasaran adalah penting, begitu pula setiap detail dalam eksekusi ide tersebut.
  13. Merek adalah aset intelektual, sering kali lebih penting daripada aset nyata. Merek Coke, misalnya, lebih berharga daripada semua pabrik fisik dan aset perlatan Coca-Cola Company. Perlakukan merek besar seperti lukisan maestro; merek besar sangatlah berharga.
  14. Setiap produk diberi merek. Merek bisa berupa A280-16-2PD, nama merek yang buruk, tetapi tetap nama. Selalu gunakan nama merek yang baik, teruji oleh konsumen, dan sesuai strategi.
  15. Teknologi tidak menjual; pemasaran yang menjual. Persamaan untuk kesuksesan produk baru berbasis teknologi adalah 2% teknologi dan 98% pemasaran. Jangan bergantung pada teknologi baru yang fabtastis untuk dapat menjual dengan sendirinya. Tidak ada apa pun yang dapat menjual dengan sendirinya.
**
Untuk mengetahui strategi-strategi genius lainnya Anda bisa membaca dalam buku 'StrategeniuS' http://kamiluddinazis.blogspot.com/2011/01/strategenius-bikin-kamu-makin-jenius.html

Kamis, 20 Januari 2011

ULTIMUS PUSAT BUKU HUMANIORA DI BANDUNG


Pernah Disinyalir Simpatisan Kaum Kiri

EMPAT BELAS Desember tahun 2006, nama Toko Buku Ultimus Bandung banyak diperbincangkan orang. Hal itu terjadi setelah 11 pengelola took buku itu diamankan polisi karena disinyalir sebagai simpatisan golongan kiri. Namun bukti tidak ditemukan dan pengelola Ultimus dilepas pihak berwajib. Kini aktivitas gudang buku itu tetap eksis dan menjadi rujukan para penikmat buku humaniora di Bandung.
            Sangdenay (34), pengelola Ultimus Bandung, yang saat ini terletak di Jalan Rangkasbitung No 2A, Bandung, Kamis (21/10) mengatakan, Ultimus saat itu sering dijadikan tempat untuk diskusi hingga menjadi sebuah ruang public. “Saat itu kami mengadakan diskusi Gerakan Marxisme Internasional yang diadakan di Lengkong Besar yang terbuka untuk umum. Baru dua puluh menit acara diskusi berjalan, mendadak ada ormas yang masuk. Sebelas orang langsung dibawa ke Polwiltabes,” ujarnya mengenang kejadian tersebut.
            Pusat buku humaniora ini konsisten untuk membawa visi sederhana, yakni ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Keinginan tersebut timbul karena ingin meningkatkan minat baca masyarakat di Kota Bandung dari senua golongan. “Kami melihat anak kuliah saja sudah kurang minat bacanya, apalagi anak SMA,” ujarnya.
            Untuk merangsang minat baca tersebut, Ultimus sering mengadakan diskusi buku. Namun karena tempat di Rangkasbitung 2A kecil, diskusi sering diadakan di luar. Seperti Peluncuran dan diskusi sering diadakan di luar. Seperti Peluncuran dan Diskusi Buku Kapitalisme : Perspektif Sosio-Historis karya Dede Mulyanto (Ultimus, 2010). Kegiatan ini diselenggarakan Sabtu, 16 Oktober 2010, pukul 15.00 WIB di Gedung Indonesia Menggugat, Jl Perintis Kemerdekaan No 5, Bandung.
            Ultimus juga membuka perpustakaan untuk umum yang banyak mengoleksi buku-buku memoir, puisi, cerpen, dan humaniora. Untuk lebih memfokuskan kegiatan, Ultimus membuat divisi penerbitan dan membuka kesempatan bagi penulis buku untuk berkarya. Hingga saat ini sudah ada ribuan judul koleksi yang ada di Ultimus. Sekitar 40 judul buku secara resmi diterbitkan oleh Ultimus.

Jejak Pertama
            Menelusur jejak Ultimus tak bisa dilepaskan dengan sejarah pendirian Ultimus periode 2004. Saat itu Ultimus didirikan di Karapitan 127 yang diprakarsai antara lain oleh Bilven. Mengingat tempat di Karapitan kecil, Ultimus melebarkan sayap dengan pindah ke Lengkong Besar 127.
            Untuk diketahui saja, hamper semua perintis dan pemrakarsa Ultimus merupakan lulusan Sekolah Tinggi Telkom. Para lulusan ini sebelumnya mengelola perpustakaan kampus hingga membuat perpustakaan pribadi di kampus tersebut. Sebagian hasil dari took buku ini disisihkan untuk kegiatan komunitas, dan memfasilitasi berbagai kegiatan sosial lainnya.
            “Kami ingin merangkul semua kalangan untuk gemar membaca buku, demi visi sederhana kami, yakni turur mencerdaskan bangsa,” ujar Sangdenay.
            Buku-buku yang pertama kali dikoleksi Ultimus merupakan kumpulan milik rekan-rekan Bilven yang mempunyai hobi membaca. Dari kegemaran yang sama mereka akhirnya berhasil mengumpulkan 500 buku dan mendirikan Perpustaaan Sang Pemula. (fam)

Disalin dari artikel yang diterbitkan di Harian Tribun Jabar, edisi 25 Oktober 2010, halaman 8

Rabu, 19 Januari 2011

HINDARI CAP

“A BAD BOSS”
Saat menjadi karyawan, Anda mungkin pernah memberikan predikat “bad boss” kepada atasan. Hati-hati, siapa tahu saat Anda sendiri menduduki posisi bos, predikat itu pula yang akan Anda dapatkan. Agar terhindar dari julukan “bad boss”, coba ikuti kiat praktis Chandra Ming, general manager JobsDB.com, berikut ini :

• GOING DOWN. Seorang “bad boss” tidak akan mau peduli atau mencari tahu kesulitan yang dihadapi anggota timnya. Karena itu, sebagai atasan, coba sesekali luangkan waktu dan tenaga Anda untuk mengetahui secara rinci pekerjaan yang dilakukan dan situasi kerja yang dihadapi anak buah Anda sehari-hari. Diskusikan setiap masalah yang mereka alami untuk mencari solusi yang tepat. Tunjukkan bahwa Anda bersedia untuk dekat dan turut ambil bagian dalam proses pekerjaan tim Anda
• LEBIH JELAS. “Bad boss” terkenal hanya bisa memberikan perintah, namun kadang ia sendiri tidak tahu secara rinci apa yang ia perintahkan. Orang-orang seperti itu juga selalu ingin mendapatkan hasil sempurna, tetapi tak mau tahu kesulitan yang dihadapi anggota timnya. Jangan terbawa arus sikap bos seperti itu. Pemimpin yang bagus adalah yang mengetahui dengan jelas setiap tugas yang dibebankan kepada anak buahnya, dan menyampaikan hal itu dengan jelas. Setiap memberikan perintah atau tugas, tanyakan kembali apakah anak buah Anda benar-benar memahami tugas yang Anda berikan.
• BIJAK MENGHADAPI MALASAH. Banyak tipe pimpinan yang selalu menyalahkan anak buah saat tertimpa masalah. Banyak pula yang berusaha melarikan diri dari masalah, dan berharap masalah itu reda dengan sendirinya. Hindari perangai seperti itu. Sebagai pimpinan Anda harus bijak menghadapi masalah. Seorang pemimpin berkarakter justru akan mengharapkan masalah agar siap mengantisipasi dan mencari solusinya.
• SIAP MENERIMA KRITIK. Sulit memang menerima kritik, apalagi jika itu datang dari anak buah. Bos yang mudah tersinggung dengan kritik dari anggota timnya, cenderung menggunakan metode komunikasi satu arah. Tipe pemimpin seperti itu biasanya selalu memaksa anak buahnya untuk menuruti perkataannya, tanpa mau peduli dan menghiraukan masukan, apalagi kritik. Pemimpin yang baik harus bisa memacu anak buahnya agar berani mengemukakan pendapat, atau masukan terhadap kebijakan yang Anda buat, meski keputusan akhir tetap di tangan Anda. [WR]

Disalin dari artikel yang diterbitkan di majalah Reader’s Digest Indonesia, edisi November 2010, halaman 151

Rabu, 12 Januari 2011

Sepuluh Menit yang Menyenangkan

Sesibuk apapun aktivitas yang Anda jalani, coba luangkan waktu 10 menit saja untuk menenangkan diri. Menurut Victoria Moran, penulis buku Bahagia dalam Kesibukan, meski hanya 10 menit, meluangkan waktu untuk menenangkan diri sendiri sejenak setiap hari akan menghilangkan rasa letih lahir dan batin, bahkan membangkitkan kembali energi dan semangat.

            Rasa letih bisa datang karena kesibukan pekerjaan, keluarga, kekosongan hati atau gabungan dari hal-hal tersebut. Ketika meluangkan saat tenang, curahkan perhatian kepada sisi rohani, sebagai pembangkit sumber energi yang tak pernah habis.

            Anda bisa pergi ke tempat ibadah untuk ebrdoa, bermeditasi atau membaca buku-buku yang inspiratif. Jika alasan Anda tak punya waktu dan tempat, coba tinggal di kantor 10 menit lebih lama setelah teman-teman Anda pulang, dan gunakan waktu tersebut untuk mengerjakans sesuatu yang membuat hati Anda tenang.



Reader’s Digest Indonesia edisi Januari 2011

Rabu, 05 Januari 2011

MENGRITIK?

ADA ETIKANYA. LHO..

Mengkritik orang memang mudah. Cari saja kesalahan yang dia lakukan, lalu berikan pendapat yang menurut versi Anda benar. Namun mengritik juga bisa menjadi perkara yang tidak mudah, jika ternyata cara penyampaian Anda salah. Bisa-bisa, Anda malah membuat orang yang dikritik tersinggung sehingga hubungan Anda berdua jadi rusak.
Coba ikuti langkah berikut ini dalam memberikan kritik.
• Jelaskan secara spesifik masalah yang Anda kritik dan ingin diperbaiki
• Jangan menghakimi
• Berikan kritik dengan kepala dingin, jangan pada saat Anda dan orang yang ingin Anda kritik berada dalam keadaan sama-sama emosi dan kepala ‘panas’
• Usahakan tak mengkritik di depan umum, kecuali jika memang masuk ke ranah kepentingan public
• Jangan menunda, lakukan sesegera mungkin
• Jangan terlihat menyerang
• Yang penting, Anda harus bisa memberikan solusi dans aran perbaikan

SUMBER : Men’s Health Indonesia edisi Januari 2011